Senin, 07 Maret 2016

terik Camar

Dengarkan camar
Mendendangkan kutipan
puitis buat betina, turut
Menanti di sarang,
Tetapi ia memilih langit,karena rindu membuatnya Merasa hina.

laksana perindu yang memburu pertemuan
tanpa pembatas jarak atau hari,
Fisik yang lelah, begitu pula sore yang menidurkan semangat,
Kembali menghirup langit
Saat.
larut dalam iringan lagu
WaktuKu bertukar dengan setapak
Aku memberinya debu,
dia memberikan ingatan
aku mengharapkan keringat
dia memberikanku penyesalan
sepeda Jingga nan berlalu, sebab
letak namaMu dalam awan,
Jujur,aku membenci langit saat senja.
Langit tanpa malu menghina perpisahanKu.
Awan tanpa sadar menghina langitKu.,
Awan,langit juga namaMu
korelasi indah buatku jatuhkan air mata.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar