Di sisi malam
Berselimut iringan daun
Kertas juga percikan tinta
aku memujaMu lewat puisi
Di langit siang
Suasana hingar di depan rumah
Anak kecil berlalu ibarat semut,sembari menikmati kenyataan,bahwa aku tidaklah berkutik di paras kerudungMu,
kulitMu putih nan indah,
wajahMu cantik nan jelita,
senyumanMu hangat bak lentera
di hadapanMu
aku laksana pena tanpa tinta, berbentuk tetapi tidak berguna, hidup tetapi terluka.
Di malamKu
aku berbaring di hadapan jam kertas
jarum kecilnya selalu menghinaKu, mengapa lembah begitu sunyi, ketika sang ratu menoleh di balik kerudungnya .
Di pukul 01.50 WITA
Aku menatap langit
Sebab senja tetaplah terbit walaupun itu lusa,
aku berharap
Untuk
awan berbentuk cinta
Di balik malam yang gulita
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Sabtu, 26 Maret 2016
01.50 wita
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar