Sabtu, 26 Maret 2016

01.50 wita

            
Di sisi malam
Berselimut iringan daun
Kertas juga percikan tinta
aku memujaMu lewat puisi
Di langit siang
Suasana hingar di depan rumah
Anak kecil berlalu ibarat  semut,sembari menikmati kenyataan,bahwa  aku tidaklah berkutik di paras kerudungMu,
kulitMu putih nan indah,
wajahMu cantik nan jelita,
senyumanMu hangat bak lentera
di hadapanMu
aku laksana pena tanpa tinta, berbentuk tetapi tidak berguna, hidup tetapi terluka.
Di malamKu
aku berbaring di hadapan  jam kertas
jarum kecilnya  selalu menghinaKu, mengapa lembah begitu sunyi, ketika sang ratu menoleh di balik  kerudungnya .
Di pukul 01.50 WITA
Aku menatap langit
Sebab senja tetaplah terbit walaupun itu lusa,
aku berharap
Untuk
awan berbentuk cinta
Di balik malam yang gulita



Tidak ada komentar:

Posting Komentar