Jumat, 05 Februari 2016

Laras

Di balik cermin
sepi itu datang
Di balik cermin
Tertindik perih tanpa sekali pun menyapa,
Di balik cermin
Ku bungkam kisah saat terbawa suasana sekolah
Di balik cermin
Loteng yang selalu ku tatap
Meja kayu tempatku berpangku tangan.
    Laras itulah namaMu kini, saat ingatan ku masih terbawa  senja,
di jalan tadi,mungkin imaji ku saja, tetapi tak hentinya hanya wajahmu yang terbayang, ikutlah
ku harap lesung laras masih di sana menoleh dari balik jaket,ingat kisah kita ???dan ribuan rintik air ketika aku adalah payung dan kau berlindung di dalamnya.
Cermin lihatlah aku masih dalam laras. Aku masih tetap menanti hingga jingga sunyi di balik senja.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar