Di peralihan pancaroba daun dan rumput saling bercakap,
Daun; "hei mengapa kau nampak gelisah?",
Rumput; "aku sudah lama kepanasan",
Daun; (menunjuk ke arah langit yang mulai mendung) "tenanglah kawan sebentar lagi hujan kan datang",
Rumput; "tak suka hujan, aku malah gerah jika dia datang", (dengan muka merah amarah)
Daun; "hei apa maksudmu ? semua tumbuhan di taman ini menanti hujan pertama!!",
Rumput; "tunggu.., mengapa kau begitu menyukai hujan?",
Daun; "aku menyukai hujan tanpa alasan !?",
Rumput; "aku membenci hujan sebab kau tak memberiku alasan",
(Tak lama berselang gerimis terdengar , hujan kian deras hingga membasahi sekujur sudut taman )
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Jumat, 27 Oktober 2017
Rumput dan daun bait 4
Rabu, 25 Oktober 2017
Kau di mana ?
Bias cahaya terpencar di celah layar berdaun lontar, angin berhembus pelan serupa budak yang kelelahan,
Hamparan hijau memanjang,
ilalang mengayunkan lengan mengajakku ikut berenang di danau yang kemarau.
Aku ingin kau
Menemaniku tuk mengail awan
Aku ingin kau
di dekatku,
Berdua
menikmati keripik dan teh kemasan,
Menyaksikan dua pasang mata saling menatap sederhana,
tak ada ponsel
hanya kita berdua.
Minggu, 15 Oktober 2017
Jus wortel bait 15
Dedaunan mulai menunduk, cepatlah!, rintik kan menerpa kerudungmu,
Rintik berharap bisa merobohkan kekagumanku,
tanah yang kokoh sebentar lagi pasti kan menjelma saus kacang berwarna cokelat lezat,
Hujan datang bertamu.
Seperti hari-hari sebelumnya ketika suara bel berdering,saya menenangkan diri sambil berharap kau lewat di selasar sekolah, saya selalu mencari celah untuk bisa memandangimu dari kelas terjauh ibarat seorang sniper yang setia meneropong target buruannya,
Seketika saya mendengar suara cemprengmu(maaf), tiba-tiba pula badanku kaku membeku,
Sungguh, bodoh !
tiap kali kau berada di radarku,
Saya selalu diam tak berkutik !! Damn !?
.............................................................
sebuah keberhasilan saya bisa mengurai tulisan di depan kelas ,untuk pertama kalinya saya memberanikan diri mengacungkan tangan untuk menjawab soal yang tertera di papan tulis,
" Andai menyapamu semudah mengangkat tangan" ,
"Aku berpikir mengapa di papan selalu tertulis hal-hal yang membosankan seirama dengan rintik yang kian jatuh sangat cepat,
di satu sisi nalar menjawab
Mengapa hujan diharuskan bertamu jika aku tak bisa menyapamu (sekali saja)?
Rabu, 11 Oktober 2017
Dealova dengma dan ombak bait 8
Dengma membaca tulisan ombak, tertulis;
" kita tak bisa memilih kapan harus jatuh cinta, tetapi kita dapat menentukan harus merawatnya atau membiarkan layu dan mati",
Dengan menatap pantulan ritma di lautan,dia menghirup udara sore dalam-dalam, sekuat tenaga mencoba meringankan degup kecemasan dengan vitamin jingga,
Dengma tak sanggup, jantungnya terus berkontraksi,
Perlahan ombak menggulung menjauhi,
dengma berucap
"Kekhilafanku
Menjadikan diri sebagai sasaran panah chupid padahal aku belum siap jatuh dan terluka",