Kantuk mengusik
Mata berdebar cepat dari biasanya,
angin Rindu mendatangkan gelisah,
bagai secuil tulang ikan tertahan di tenggorok.
Menampik, sheila sebagai musik penghantar mengingatmu,
suara engsel jendela terbuka,
Terpana menghirup bintang tenggara,
Redup menguning diufuk angkasa.
Menyerap suara binatang menidurkan rembulan membuat sampan nelayan terombang tak menentu,
begitu jalanku mengingatmu.
Aku nyalakan sebatang rokok hembusan buihnya membentuk liontin,
asapnya sopan bak menunduk
Memohon maaf atas racun nikotin.
Serupa itu caraku melepasmu.
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Selasa, 17 Januari 2017
malam raksa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar