aku takjub pada juni yang tabah
dengan hujan,
Mengilas puisi dimatamu
Menjadikan gerimis diawal desember
Pejamkan mata itu
Redupkan kamarmu
Petuah mimpi berlonceng semu
semua fana kecuali waktu
Tenggelam dalam sajak-sajak dikeningmu,
Saat detik pertama mengecupnya
12.37 pm
Ribuan titis air dari langit
Menunggang dedaunan
Genting satiris mencaci angin
Jendela menyebutnya hujan
Dari dingin jelma kerinduan
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Jumat, 02 Desember 2016
12.37
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar