Selasa, 14 Juni 2016

Tiap detiknya


hanya Sebulan tiap detiknya  beterbangan.
Mengukir aksara dalam gelas berisi rona air mata, tanpa gula pemanis sedikitpun.
70 prosa bergantungan
Laksana gorden di buku catatanku, menghias jendela puisiku
menjadikan kata kian menarik lembar perlembarnya.
6 tahun,yang lalu
ketika cinta masih sosok maha indah,
kita bersua di balik kakunya putih abu-abu,
kita bertukar kata tentang bagaimana  bentuk awan kala malam,
Apakah bintang terlelap saat jangkrik berkumandang?
Bagaimana senyuman rembulan saat siang?  
atau bagaimana rasa sakit koral ketika terkena tamparan ombak ?
tetapi favoritku saat kita saling menatap dalam hening,
kemudian angin kemarau datang  menghembuskan syair-syair romantisnya.
Berbahagialah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar