Di sela waktu
Aku mengingat
Pasir bergerak di antara buih serta jejak penyu, di kala awan peneduhnya
tenang nan diam
Hanya karang di sela jemariKu
Tunduk tak bernyawa
aku paham tatapanya, hujan pun redah sore itu.
Senja terbit tanpa permisi
Senja jatuh dengan sinar jingga
Aku.. yakin menulis namaMu dengan huruf kapital di pasir kering
Tetapi, air pasang tanpa sadar menyikap tulisanku.
yang tertinggal hanya kata "sayang"
Aku lupa kalimat pertamanya..
Aku hanya ingat kata "sayang" .
Biar saja menjadi urusan pasir untuk mengingatkanKu
Yang aku tahu aku mengukir kata"sayang".
Meskipun tak ada satu bukti tentangnya.
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Kamis, 28 Januari 2016
Sela
Senin, 11 Januari 2016
Lara
Masih memuja luka
Abaikan saja kata cinta
Perih masih terasa
Tanpa sadar, aku bahagia
Sakit itulah kata pedih yang hadir di tiap langkahku, melihat beruang madu yang sedang beradu asmara,aku iri???? Tidak,jawabku,. Coba lihat kancil jantan di ujung pohon, sendiri mengais makan, bahagia dia ,gumamku,
seminggu lagi waktu untuk lalui jalan terjal di bukit itu,
langkah tanpa henti, sudahlah aku menolak memuja senja atau cinta. Aku mampu berjalan di atas langit,tanpa perlu melewati terjalnya setapak , jujur aku merasa hina, jijik dengan tingkahku yang tertawa lepas.,tetapi aku tetap penikmat teh, yang di tiap pinggir gelasnya turut hadir cinta yang berkerumun bagai semut.
Aku masih yakin
Aku masih hidup
Sekamar dengan selimut,
Yang memeluk tanpa harus berharap.