Selasa, 30 Juni 2015

Penta !

Berikan  aku sebuah pena untaian semesta di setiap butiran tinta ,entah mengapa aku tak mampu berbicara hanyalah rangkaian kata  untuk katakan "CINTA"

Lembar demi lembar hingga kertas berbuah kata "SUKA"


Senin, 29 Juni 2015

Guyuh



ombak hilir berganti mengayuh pasir, bagai penyu putih terduyung -duyung di atas pelur air, gesekan ekor menulis nama mu tertuang hamparan rindu datang menyapaku


Sabtu, 27 Juni 2015

Pujian Deslamtis

Destinasi sebuah impian
Alam indah berjuta kebaikan
Eksotisme  yang tak  terlupakan
Bantaeng tak tergantikan


Defonifasi

Kembali kau hadirkan senyum menggugah  pena untuk menarik secuil kata, gemulai kerudung Mu   menari di tengah teriknya matahari seakan mengajakku untuk tetap menjadi pengagumMu. Terima kasih tuhan kau ciptakan bola mata, aku dapat memandang tulang rusuk yang begitu indah.


Kamis, 25 Juni 2015

aRang embun terluka pagi

Ketika bintang menarik gelapnya awan, terhempas dalam sebuah cerita,satu nafas panjang hanya nama mu terlintas dengan kata cinta.
Helai demi helai petik embun, duduk di persimpangan hanyalah rindu titik pembeda.


Selasa, 23 Juni 2015

Gores

Aku tahu malam itu kenyang akan gelap,siang penuh rasa terang serta senja ada di antara keduanya.
Ibaratkan aku penuh dengan kejelekan, kamu adalah arti kebaikan ,serta sayang di antara  sisinya.
Senja dan sayang memetik arti dari gelap siang nya kehidupan.


Senin, 22 Juni 2015

Bangku taman

Aku bagaikan bangku taman,hanya mampu menanti dengan damai,terpesona dalam ingatan,terkekang oleh rasa kaku.
   Jatuh dengan pelan daun-daun kering itu menggertak penuh Rindu,merpati putih menatapku dari dahan pohon berwarna jingga , bagai senyum tulusmu membasuh lelah,wanita berkerung nikmat sangat wajahmu,lemah mendayu akhir cerita duduk di bangku taman.


Jumat, 19 Juni 2015

sang Langit jingga

Aku dari genangan daun
Menerjang piluh kekarnya tanah
Tertumpuk bagai kain usang
  Tak mampu untuk menerjang
      Lambaian sejarah
      Hamparan gemulai awan
     Aku hanya sang angin
     Membawa sejuk kenyataan   Terbang 
Bawakan Impian
Tumpah ruah di pundakmu
Buat aku mampu Menatap langit
   Tetaplah tunduk bagai padi
   Berlari membawa harapan
    iring -iring Gemuruh merpati
    Langit jingga buttoa toa

      


Rabu, 17 Juni 2015

Gema ramadhan

Ramadhan  datang, gema muballiq mengisi malam penuh bintang, ramadhan rindu  terbalaskan dengan sujud nikmat.
Takbir silih berganti, bulan berkah tanpa dosa, hingga niat magribku untukmu aku berbuka. *barakallah*


Senin, 15 Juni 2015

Embun bantaeng

Embun menusuk pagi
Terbuai keindahan subuh
Tanah berjuta pujian
Tanah tua bantaeng 
    Pantai seribu ombak
    Jiwa seakan tertombak
    Dengan kisas di tanahku
    Destinasi indah bantaeng
Hawa alunan dedaunan
Kembali tertuang ingatan
Angin bukit menerjang rindu
Terbuai cinta di tanah bantaeng
Bergerak tanpa angka
Tumpah gembira
Hilangkan angkara
Satu cerita butta toa


Minggu, 14 Juni 2015

Fluktuasi hiruk

Senja mengapa kau datang  begitu cepat,aku tidak ingin kembali ke rutinitas kerinduanku lagi, aku hanya mampu berharap sambil menatap mimpi di keningmu. Jika betul kasih adalah mimpi ku, datanglah dengan alunan sinonim cinta,tetapi jika itu hanya khayalan, biarkan aku bermimpi.


Fluktuasi tanda

hamparan sawah
membuat sebuah simphoni
bagai lelaki menatap matahari
tertikam bisu tanpa arti
    kelak lelaki pasti akan sendiri
    ku awali  satu tarikan nafas
    Ku akhiri  tanda setia selamanya


Jumat, 12 Juni 2015

Tetaplah di sana

Matahari turut ke tengah siang, kembali membelah bumi dengan mimpi, aku kembali terbuai dengan wanita di ujung pelangi  tersenyum sipuh sambil menikmati buku.
alangkah nikmatnya rasa kagum ini terbuai aku dalam alunan cinta dalam sunyi.
Takdirlah yang membuat kau tetap di sana, membuatku melupakan semua kegagalanku tetaplah di sana tetaplah diam dalam impianku.


Senin, 08 Juni 2015

Awan

Bergerak berlahan tanpa cerita
Rindu memanaskan semua cinta
Tertusuk jiwa dengan dusta
Menepuk dada dengan bangga
   Awan pun menangis
   LAngit pun mengemis
     Lupa dengan rasa kecewa
     Tertawa dengan rasa bangga
Pergi adalah restu takdir
Peluk ingatanMu
Mati di dekatMu
Hidup jauh dariMu


Jumat, 05 Juni 2015

Renung malam

Langit malam kembali nampak
Hitam berbintik putih
Suara angin terdengar nikmat
Suara jangkrik mengusik sunyi
     Masih terurai rindu denganmu
     Jiwa Membisik kenangan
      Suara kisah itu kembali terulang
      Cerita kembali muncul di benak
Aku lah lelaki tanpa arti
Menusuk rindu dengan kejamnya
Tanpa tameng kecewa
Luka tetap membara
Hingga waktu membuatku lupa


Senin, 01 Juni 2015

Entahlah ?

Jiwa mulai terbangun seuntai tali kehidupan kembali terlentang di hadapanKU, tetapi mengapa hanya cinta yang  ada di benakKU,Apa kah ini semacam sugesti atau kah telepati ?, atau kah ini hanya  rindu yang semakin jauh ?, entah lah AKU hanya mampu berterima kasih dari nikmatnya cinta yang engkau buat.