Aku ingat saat kita tertawa bersama,bersimpuh langit dan genangan daun, aku tak tahu arti cinta sebenarnya yang aku tahu cuma senyuman takdir yang menyatukan dua jiwa yang saling bertentangan.senja ibaratkan sinopsis yang membuatnya terulang,jus wortel yang engkau genggam saat itu serasih dengan mata sipitmu. Simpul kupu -kupu di kerudung itu membuatku seakan terbang menyentuh awan.tetaplah di sampingku tetaplah bersamaku.
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Minggu, 31 Mei 2015
Kamis, 28 Mei 2015
Masih.
Masih menginjak bumi
Hujan jatuh dengan jernih
Air sungai mengalir tanpa henti
Imbalan kaki masih mampu berlari
Masih menginjak tanah
Kaki berlumpur dan bernanah
Mental dan fisik terus berdarah
Balasan para kaum durjana
Masih melihat awan
Terbuai sebuah impian
Terbang penuh khayalan
kisas dari tatapan kawan
Selasa, 26 Mei 2015
Sanjungan
Siang itu aku gores tinta terakhir di hadapanmu, entah mengapa hasilnya tak secantik parasmu ,aku hanya mampu mengagumi lewat sketsa kata di atas daun kering.
jika benar kisah kita seindah habibie dan ainun, pasti hanya kematian yang dapat memisahkan kita.
Minggu, 24 Mei 2015
Inflasi pujian
Masih mampu melihat senja sore ini,angin berlahan membelai kerudungmu seakan ingin membawa cerita kita untuk menyentuh langit,tetaplah di sampingku menunduk tersipuh, tertawa menoleh ke arahku.tetaplah seperti darah, mengalir berlahan serta membuatku hidup,jika benar kau adalah tulang rusuk, halal buatmu untuk melindungi hati beserta jantung ini ,hingga saatnya nanti kau mati bersamaku.
Sabtu, 23 Mei 2015
Goresan kerinduan
Tangkap suara jangkrik tertimbun sunyi,rindu yang aku tukar dengan kasih yang tak akan pernah sampai.
air yang membatu dan tanah yang menyembah langit,Entah jarak masalah buatmu,tetapi meskipun fisik terpisah jarak, tetapi do'a membuat jiwa kita tetap menyatu.bagai bintang yang kau lihat di sana tetapi aku melihat bintang sedang menatap dirinya di langit. : )
Jumat, 22 Mei 2015
Si sipit dan jus wortel part 6
Siang itu panas hingga angkuhmu runtuh mengelupas, aku sadar bahwa kasih itu sudah terbawa angin,tetapi entah mengapa kenangan cinta itu menguap hingga angin berbisik untuk mengulang kisah itu kembali, jiwa merintih takdir kembali tertusuk di fikiranku kau hanya masa lalu yang aku intip dari spion kehidupan. Delima arti tapi itu kodrat yang harus kau beli,
Wahai sang perintih masa lalu..
Kamis, 21 Mei 2015
Si sipit dan jus worter part 5
Gemulai rindu mulai memakan hati entah sudah berapa detik aku tak melihatmu lagi, aku rindu wanita berkerudung yang biasa tersenyum kepadaku, mungkin buatmu ini adalah modus, tapi buatku ini jauh melebihi kata tulus,sejak saat pertama menatap wajah itu, kudeklarasikan jiwa ini memanggil tulang rusuk nan terbalut keindahan duniawi yang tertanam di balik kokohnya kerudungmu.
Rabu, 20 Mei 2015
Si sipit dan jus wortel part 4
Langkah penuh rasa bangga, entah mengapa kaki ini enggan berhenti, sudut sana adalah rumahku hingga siang nanti, menatap ruang kotak yang di namakan kelas, "ku lihat' mi" wanita berhijab itu pandai memikul rasa suka,entahlah mungkin di hari kelulusan nanti rasa suka ini telah terbenam lalu terbit menjadi rasa cinta,atau kah aku harus memandam dawai cinta ini ,jika dia diam ku pastikan dia milikku.
Senin, 18 Mei 2015
Si sipit dan jus wortel part 3
Landai gemilau senyum manis tersipuh, aku teringat kepada calon ibu dari anakku nantinya gelut hati untuk siap menegurnya., ku sapa dengan alunan suara asalku "pagi makin manis'ki ku lihat",dia tersipuh dan menundukkan matanya, kulit putih dan dedaunan jatuh di jilbab putihnya, manusia cantik di balut ahlaq putih yg indah.,ya tuhan aku sangat menyukainya..
Sajak malam ini
Bekas luka tinggalkan sejarah
Peluk langit mendekati tuhan
Pilar tawa menahan amarah
Bukan derita hanya Teguran
Lupa waktu lupa qalbu
Tertutup buku terbanglah ilmu
dalam sujud terlindung wudhu
awal Tertunduk berakhir kaku.
si sipit dan jus wortel part2
Pagi itu ku awali dengan satu tarikan nafas hingga paru-paru ini seakan berada di leher serta siap loncat kapan saja,dengan bermodalkan wajah yg berminyak,ku hadapi gerbang penjara putih abu-abu itu."akhirnya aku dapat melihat merek jilbabnya lagi" gumamku dalam hati, iyah aku berpapasan dengan bidadari berhijabku lagi....