Tiap kali meremas pasir,
mengapa rasa-rasanya aku memegang buah berduri dengan bau yang menyengat,
Bukan pasir itu lembut, juga anggun ?
Apa yang salah ?
aku suka mengenangmu,
Tetapi aku benci memegang buah dengan durinya yang menusuk nalarku.
Aku ingat membuatkanmu puisi,
Tetapi aku benci melihat orang-orang memakan buah dengan bau yang menghardik ingatanku.
Aku tahu kapan terakhir mengantarmu pulang,
Tetapi aku tak menyukai jalan yang banyak terpajang buah durian.
Kita yang salah,
Siapa yang mulai lupa memberi kabar.
lepaslah kekasihmu jika itu tentang fisik tapi peluklah kekasihmu jka tentang tentang ingatan karena cinta bukan tentang fisik tetapi tentang ingatan .
Sabtu, 31 Maret 2018
Durian
Langganan:
Komentar (Atom)