Rabu, 16 September 2015

Suar

Suar suaraMu
Terdengar indah
Ketika jarak adalah penjahat
Ketika waktu tak lagi sempat 
Ketika kenangan ialah obat
     Suar  ParasMu
    Dapat kah aku sentuh?
    Di langit-langit kamarKu
    Di bawah karpetKu
   Atau mungkin di luar sana?
   Suar sentuhMu
Aku ingat
Aku
ingat!!!
Lumpur menempel di alas kakiMu
Air mataMu yang jatuh karenaKu
Aku adalah takdir di atas suarMu

aKu berdiri di depan kamarKu 
Mengetok pintu dengan harapan, kau adalah aku yang mengetok pintu kamarKu.


Festawa celebes!!!



Gerincik bumi terpecah
Sebab  Ribuan tepuk tangan
Lantai tergoyah
Di hentakkan ribuan pasang kaki
Suar-suar teriak
Hempaskan lingkar perbedaan
Tawa kembali lepas ,
jatuh di tengah heningnya sepi,
menderah pena seakan tangan tak mampu lukiskan
mimik para penonton-nya, 
Satu cerita dalam bumi celebes, hinggap sebuah panggung akan ribuan pasang mata, menanti saat kaum pejuang tawa hadir, Dengan persona dari 15 kafilah -kafilah datang dari tanah nan jauh dengan satu misi cuma ada kata "TAWA"
30 budak perantau
Memangkul ratusan cerita lucu, keresahan yang akan mereka bagi
6 pangeran dari tanah penuh mahkota juga bakal datang? 

Datang
Untuk tanah daeng
Bersama
Hadir 
Untuk hadirkan TAWA 
Satu panggung
Hilanglah kata asal dan usul
Hanya ada kata kami
Hanya ada suara kami
Ingat
Falsafah ini
"TERTAWALAH SEBELUM TERTAWA ITU DI LARANG"

 


 


Kamis, 03 September 2015

Kasih lupa

Malampun terbawa suasana
Angin lemah menepi
Lengah kah
Perasaan ini
Kasih?
menjadi pemangsa
bercumbu dengan ingatan masa lalu,ketika bahu ini masih ingat wangi rambutMu,aku tahu kasih? Hanya ilalang yang terbawa malam,
Suasana diam, tenang dalam lingkar lilin ,engkau kecup kening dengan sekali hembusan nafas
Kau lupa kasih, jeritan pena tak lagi tergores di antara huruf
Kasih? 
Kau lupa
Kita pernah ingat
Kisah-kisah cerita serta hari
Terbahak dan tersandung bersama
Engkau lupa kasih
Kita dulu sepasang keKASIH